ABSTRAK

JELLY COBEGA (COCOR BEBEK DAN GANYONG) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT ASMA

Kristiya Dinata, Niken Arika Putri, Olivia Nanda Yurisma

SMAN 1 PURWOHARJO

Asma adalah penyakit inflamasi kronis saluran pernapasan yang menyebabkan terjadinya bronkokonstriksi, edema dan hipersekresi kelenjar, sehingga menghasilkan pembatasan aliran udara di saluran pernapasan, dengan gejala klinis utamanya sesak napas (GINA, 2011). Di seluruh dunia diperkirakan terdapat 300 juta orang menderita asma dan tahun 2025 diperkirakan jumlah pasien asma mencapai 400 juta. Selain itu setiap 250 orang, ada satu orang meninggal karena asma setiap tahunnya (WHO, 2002 dan GINA, 2011). Pengobatan asma dapat dilakukan dengan jalan medis. Tetapi pengobatan medis sering kali tidak dapat dijangkau oleh masyarakat karena faktor finansial. Sementara, alam menyediakan berbagai potensi lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk asma, salah satunya adalah cocor bebek dan ganyong. Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata) merupakan tanaman suku Crassulaceae yang banyak tersebar di daerah beriklim tropis salah satunya di Indonesia. Tanaman Cocor bebek memiliki kandungan kimia seperti zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, quercetin, diarabinoside, asam malat, zat lendir, magnesium malat, kalsium oksalat, asam formiat, tanin, kaempferol, dan glucoside. Sementara Ganyong (Canna discloro L. syn. C. edulis) merupakan tanaman herbal yang berasal dari Amerika Selatan dan banyak dijumpai di Indonesia. Berdasarkan data Departemen Kesehatan RI, 1981 setiap 100 gram tepung ganyong mengandung kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, air. Kandungan Vitamin C pada cocor bebek dan tepung ganyong berfungsi mengatur kontraksi otot polos pada saluran pernapasan dalam, serta kandungan quercetinnya mampu melepaskan histamine yang tidak lain adalah penyebab terjadinya alergi, selain itu quercetin juga berfungsi untuk memperlebar pernapasan seseorang, sehingga sangat membantu penderita dalam meredakan asma. Alternatif yang kami tawarkan adalah pengolahan cocor bebek dan ganyong sebagai jelly. Pemilihan produk berupa jelly dikarenakan tampilan dari jelly lebih menarik dan mudah dikonsumsi dibandingkan dengan obat-obatan yang dikemas dalam bentuk kapsul ataupun jamu. Penelitian dilakukan dengan membuat jelly cobega untuk dicoba oleh beberapa orang sebagai sampel penelitian yang kami lakukan dan mendata hasilnya dengan membuat tabel. Dari data pengambilan sampel, dapat diketahui bahwa prosentase suka dan tidak suka jelly cobega adalah prosentase suka: 66,6%, prosentase tidak suka 33,4%. Dengan memanfaatkan cocor bebek dan tepung ganyong sebagai jelly untuk obat penyakit asma, kami berharap penelitian ini dapat dijadikan inovasi baru dalam bidang kesehatan dengan memaksimalkan potensi sumber daya lokal seperti daun cocor bebek dan umbi ganyong yang pada umumnya hanya di manfaatkan sebagai tanaman hias menjadi olahan sekaligus obat yang murah, memiliki rasa yang unik, disukai masyarakat serta mampu meredakan penderita asma.

Kata kunci : asma, quercetin, cocor bebek, umbi ganyong, jelly

Hasil lebih lengkapnya bisa di lihat disini